Minggu, 26 Januari 2014

UNDANGAN TEMU ALUMNI KE 16 PP MUALLIMIN

Assalamu'alaikum Wr. Wb. FORSALIM mengundang Yth. para Alumni Pondok Pesantren Muallimin Babakan Ciwaringin Cirebon dalam acara Temu Alumni ke-16 dan Maulid Nabi Muhammad SAW, pada :
Hari/tanggal: Minggu, 2 Pebruari 2014
Waktu : Jam 09.00 s.d selesai
Tempat : Yayasan Pondok Pesantren Muamilin-muamilat, pengasuh Kang H. Thalib Desa Tanjung Sari Karang Ampel Indramayu. Atas kehadirannya kami ucapkan terima kasih
Wassalam,
Panitia : H. Abdul Muthalib, S.PdI
Ketua Forsalim : Drs. H. Jubaedi, M.Ag

Kamis, 07 Februari 2013

PERTEMUAN ALUMNI 2013

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

      Teman-teman Alumni PP Muallimin yang tergabung dalam FORSLAIM, di mana saja berada, terimalah salam dari kami.
    Pada tahun 2013 ini FORSALIM mau mengadakan TEMU ALUMNI di Panguragan Kulon Kec. Panguragan Kab. Cirebon. Temen-temen Alumni yang dari DKI Jakarta, Banten, Bogor, Bandung, Karawang, Subang, Majalengka, Indramayu, Brebes, dan lainnya  nanti pada datang ya, biar rame. Apalagi dari Kabupaten Cirebon sendiri, wajib datang. Acaranya Soan sama kiyai dan sharing pengalaman. Tepatnya adalah : 

     Hari / Tanggal : Selasa, 12 Maret 2013 M. / 29 Rabiul Akhir 1434 H
     Waktu : Pukul 08.00 s/d   selesai         
     Tempat : Musholla Al-Faqih Panguragan Kulon Kec. Panguragan Kabupaten Cirebon

Acara ini tidak akan meriah tanpa kehadiran teman-teman semua. Atas kedatangan temen-temen Alumni, kami mengucapkan terima kasih.

Wassalam,

FORSALIM

H. JUBAEDI

Rabu, 19 Januari 2011

TEMU ALUMNI 27 PEBREUARI 2011 DI KERTASEMAYA INDRAMAYU

Para alumni Pondk Pesantren Mu'allimin dimana saja berada, dalam rangka mempererat tali silaturrahmi antar alumni juga silaturrahmi dengan pengasuh PP Muallimin ,Al-Mukarrom KH. Zamzami dan Al-Mukarrom KH Marzuki , FORSALIM pada bulan Rabiul Awwal tahun 1432 H ini akan menyenggarakan TEMU ALUMNI dengan dibentuknya Panitia di Pondoknya kang Fathullah Dsea Lemah Ayu Kertasemaya Indramayu. Ketentuannya adalah bahwa
Dengan mengharapkan rahmat dan ridlo Allah SWT, Panitia TEMU ALUMNI FORSALIM (Forum Silaturrahmi Alumni Mu’allimin) mengundang para Alumni PP Mu’allimin pada acara TEMU ALUMNI FORSALIM 2011 dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW dan silaturrahmi yang insya Allah akan diselenggarakan pada :

Hari / Tanggal : Ahad, 27 Pebruari 2011 M. / 24 Rabiul Awwal 1432 H
Waktu : pukul 08.00 s/d selesai
Tempat : Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum (Alm.KH. Yasykur) Lemah Ayu Kec. Kertasemaya Kab. Indramayu


dimana kira-kira PP Mamba'ul Ulum itu ? kiranya teman alumni bisa ikuti petunjuk berikut ini : dari pasar kertasemaya lalu ke arah timur dan sekitar 4 km disitulah desa Lemah Ayu PP Mambaul Ulum.
Oke.... kami tunggu kedatangan teman-teman Alumni. (H. Jubaedi _ # HP 085224573757)

Selasa, 18 Januari 2011

FORSALIM: Amalan Bulan Muharam

FORSALIM: Amalan Bulan Muharam: "Kurang dari 2 pekan lagi ummat Islam akan memasuki bulan yang baru sekaligus tahun yang baru, bulan Muharam tahun 1430 H. Bulan Muharam adal..."

Minggu, 16 Januari 2011

Amalan Bulan Muharam

Kurang dari 2 pekan lagi ummat Islam akan memasuki bulan yang baru sekaligus tahun yang baru, bulan Muharam tahun 1430 H. Bulan Muharam adalah salah satu dari empat bulan yang diharamkan oleh Allah. Ia juga adalah salah satu bulan yang memiliki keistimewaan tersendiri didalamnya dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam telah memberikan tuntunan amalan-amalan khusus di bulan Muharam, yaitu puasa asyura dan puasa tasu’a.

Puasa Asyura (10 Muharam)
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radiyallahu ‘anhu “Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam datang ke Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa ‘alaihissalam berpuasa pada hari ini. Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Aku lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya” (HR Bukhari).

Dalam riwayat yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharam, sedang salat yang paling afdal sesudah salat fardu adalah salat malam.” (HR Muslim)

Puasa Asyura pun memiliki keutamaan berupa dihapusnya dosa satu tahun, sesuai hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Puasa Asyuura menghapus dosa satu tahun, sedang puasa arafah menghapus dosa dua tahun.” (HR Muslim, Tirmizi, Abu Daud).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam senantiasa melakukan puasa Asyura berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata.”Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (Asyura’) dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini (maksudnya: Ramadhan).” (HR Bukhari dan Muslim). Juga dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah radiyallahu ‘anha, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam puasa pada suatu hari yang beliau betul-betul mengharapkan fadilah pada hari itu atas hari-hari lainnya, kecuali puasa pada hari kesepuluh Muharam.” (HR Muslim).

Pada mulanya puasa Asyura diwajibkan, tetapi setelah Allah mewajibkan puasa pada bulan Ramadhan, maka puasa Asyura status hukumnya menjadi sunnah. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Aisyah radiyallahu ‘anha “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa ‘Asyuura sebelum turunnya perintah puasa Ramadan. Ketika puasa Ramadan diperintahkan, siapa yang ingin boleh puasa ‘aasyuura dan yang tidak ingin boleh tidak berpuasa Asyuura.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi).

Puasa Tasu’a (9 Muharam)
Berpuasa pada Hari Asyura sebaiknya didahului dengan berpuasa pada hari tasu’a (hari kesembilan dari bulan Muharam) agar tidak menyerupai dengan amalan orang Yahudi yang hanya berpuasa pada Hari Asyura saja. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, “Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan (para sahabat) supaya berpuasa. Para sahabat berkata : ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani’, Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Pada tahun depan insyaaLlah kita puasa tanggal 9′. Tetapi beliau wafat sebelum datangnya tahun berikutnya” (HR Muslim). Dalam riwayat yang lain disebutkan “Seandainya aku mendapati tahun depan, maka aku akan puasa tanggal 9. Tetapi beliau meninggal sebelum itu” (HR Muslim).

Sebagian ulama mengatakan, sebaiknya puasa selama tiga hari: 9, 10, 11 Muharam. Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Puasalah pada hari ‘aasyuura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Puasalah sehari sebelum ‘asyuura dan sehari sesudahnya.” (HR Ahmad).

Ibnu Sirrin melaksanakan hal ini dengan alasan kehati-hatian. Karena, boleh jadi manusia salah dalam menetapkan masuknya satu Muharam. Boleh jadi yang kita kira tanggal sembilan, namun sebenarnya sudah tanggal sepuluh. (Majmuu’ Syarhul Muhadzdzab VI/406)